Tanya Jawab Sertifikasi Organik bagi Kelompok Tani
Bagaimana menentukan keorganikan produk organik?
Keyakinan dan kepercayaan menjadi landasan konsumen memilih produk organik. Keorganikan suatu produk organik ditentukan bukan berdasarkan pada produknya, tetapi bagaimana produk tersebut diproses (organically produced).
Konsumen sebaiknya tahu, bagaimana proses untuk menghasilkan produk organik yang ia konsumsi dengan berkunjung ke lahan budidaya pertanian organik, sehingga konsumen menjadi yakin dan percaya, bahwa produk tersebut benar-benar organik. Ini mengandaikan konsumen dan produsen dapat berhubungan langsung. Keorganikan produk menjadi mutu produk organik.
Bagaimana mengetahui keorganikan produk organik bila jarak konsumen dan produsen jauh, sehingga konsumen tidak mengetahui siapa dan bagaimana proses produksinya?.
Jika produsen memiliki orientasi pemasaran yang makin luas (pasar nasional atau ekspor), dan konsumen tidak dapat diorganisir secara langsung, maka diperlukan sertifikasi atau pelabelen produk organik untuk memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada konsumen bahwa produk tersebut benar-benar organik.
Apa sertifikasi organik itu?
Sertifikasi organik adalah proses untuk mendapatkan pengakuan bahwa proses budidaya pertanian organik atau proses pengolahan produk organik dilakukan berdasarkan standar dan regulasi yang ada. Apabila memenuhi prinsip dan kaidah organik, produsen dan atau pengolah (prosesor) akan mendapatkan sertifikat organik dan berhak mencantumkan label organik pada produk yang dihasilkan dan pada bahan-bahan publikasinya.
Mengapa Sertifikasi Organik Diperlukan?
Perkembangan permintaan produk pertanian organik di dunia saat ini meningkat dengan pesat, sebagai buah kesadaran konsumen yang menghendaki adanya produk yang sehat dan ramah lingkungan. Pesatnya permintaan produk organik ini juga memiliki konsekuensi pada semakin ketatnya perdagangan yang mengatasnamakan produk organik. Klaim-klaim atas produk organik mulai nampak di pasaran. Praktek perdagangan yang demikian jelas merugikan bagi para konsumen, pemasar dan terutama petani organik. Guna menghindari praktek kecurangan diperlukan program penjamin produk organik. Penjaminan pertanian organik tidak saja berfungsi sebagai penjamin praktek perdagangan yang etis dan adil serta perlindungan bagi konsumen dari penipuan, tetapi khususnya dalam rangka melindungi hak-hak petani kecil atas kesejahteraan hidupnya dan memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan sehingga membantu dalam meraih akses pasar.
Bagaimana petani/produsen kecil dapat disertifikasi organik?
Petani/produsen kecil umumnya memiliki lahan sempit dan jumlah produksi yang terbatas. Apabila berhadapan dengan pasar, biasanya petani/produsen kecil kesulitan memenuhi mutu, jumlah dan ketersediaan produk. Untuk itu, petani/produsen kecil perlu berkelompok. Dengan berkelompok, petani dapat membuat dan mengelola mekanisme bersama untuk dapat memenuhi kebutuhan dan persyaratan pasar.
Apabila kelompok tani/produsen tersebut ingin dapat memperoleh sertifikasi organik, kelompok dapat mengajukan sertifikasi ke lembaga sertifikasi pertanian organik (LSPO) secara berkelompok (sertifikasi kelompok). Kelompok tani/produsen dapat mengajukan sertifikasi pertanian organik, apabila kelompok tersebut memiliki sistem pengawasan internal yang baik.
Siapa yang dapat Mengikuti Sertifikasi Kelompok?
Beragam jenis organisasi petani kecil dapat menjadi bagian dalam sertifikasi kelompok. Umumnya, jenis organisasi yang cocok untuk sertifikasi kelompok adalah:
1). Kelompok Tani: sebuah perkumpulan atau koperasi petani yang memegang sertifikat organik dan mengelola sistem pengawasan internal (Internal Control System=ICS) (disebut operator ICS).
2). Produksi Kontrak: Lembaga pemasar atau pengolah yang mengontrak petani kecil. Lembaga tersebut berperan sebagai pemegang sertifikat dan pengelola ICS (disebut operator ICS).
Keterangan: Dalam beberapa kasus operator ICS tidak memiliki sendiri sertifikasi karena dibayar oleh pihak lain, misalnya oleh mitra dagangnya di Eropa.
Sertifikasi kelompok tani harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
-
Terdapat keseragaman anggota, dalam hal lokasi geografis, sistem produksi, ukuran kepemilikan lahan dan sistem pemasaran.
-
Pada prinsipnya hanya petani kecil yang dapat menjadi anggota kelompok tani dalam program sertifikasi kelompok. Lahan yang lebih besar (usahatani yang dapat membayar kurang lebih 2% dari penjualannya untuk biaya sertifikasi eksternal) dapat juga menjadi anggota kelompok, tetapi harus diinspeksi tiap tahun oleh lembaga sertifikasi. Pengolah dan eksportir dapat menjadi bagian dari struktur kelompok, tetapi mereka juga harus diinspeksi tiap tahun oleh lembaga sertifikasi.
Apa itu Sistem Pengawasan Internal (Internal Control System=ICS)?
Sistem Pengawasan Internal (Internal Control System,ICS) merupakan sistem pengawasan mutu yang tercatat. LSPO memperkenankan inspeksi tahunan dari semua anggota kelompok kepada kelompok tani yang telah disertifikasi.
Dalam prakteknya, secara prinsip kelompok tani melakukan sendiri pengawasan bagi seluruh petani terhadap kesesuaian aturan produksi organik seperti prosedur yang telah ditentukan oleh kelompok. LSPO kemudian mengevaluasi, apakah sistem pengawasan internal bekerja dengan baik dan efisien. Evaluasi dilakukan untuk mengecek sistem dokumentasi ICS, kualifikasi staf dan melakukan inspeksi ulang ke beberapa petani.
Bagaimana Mengembangkan ICS Dengan Benar?
Arahan rinci mengenai bagaimana sebenarnya menyusun ICS, terdapat dalam Panduan Pelatihan ICS.
Tahapan dasar ICS meliputi:
-
Memiliki organisasi tani/produsen kecil.
-
Memiliki struktur dan mekanisme internal organisasi, seperti: aturan internal kelompok, keanggotaan, sanksi, standar internal, pelatihan, pengawasan mutu, personil, dll.
-
Mengidentifikasi petani. Jika petani belum memahami mengenai prinsip-prinsip organik, maka perlu menumbuhkan kesadaran mengenai hal tersebut.
-
Merekrut personel yang berkualitas dan memastikan bahwa mereka telah menerima pelatihan pertanian organik dan ICS.
-
Mulai mengembangkan formulir dan prosedur ICS secara tertulis yang sesuai dengan kondisi lokal. Panduan akhir ICS semestinya merupakan dokumen yang sederhana. Prosedur dan formulir ICS lebih penting dapat diterapkan secara konkrit dan dipahami oleh semua staf daripada berisi informasi rinci sejak dari awal.
-
Melakukan pengawasan mutu internal secara berkala
-
Mencatat semua proses yang dilakukan oleh petani, organisasi tani/produsen
-
Secara bertahap meningkatkan kualitas dokumen ICS (prosedur, formulir, dsb) dan penerapannya oleh staf ICS.
Apakah ICS Hanya Bertujuan untuk Sertifikasi saja?
ICS pada dasarnya merupakan mekanisme untuk pengawasan mutu produk organik yang dihasilkan oleh kelompok tani/produsen kecil. Monitoring internal secara berkala dan adanya data petani, produksi, pemasaran dapat digunakan untuk pengawasan mutu dan membuat perencanaan produksi dan pemasaran sehingga jumlah, mutu dan ketersediaan produk selalu terjamin.
ICS dapat digunakan untuk pengorganisiran petani. Adanya organisasi tani/podusen menguatkan posisi produsen untuk memperoleh akses produksi, ekonomi, sosial dan politik.
Apabila kelompok tani/produsen kecil memiliki orientasi pasar yang lebih luas dan ingin mendapatkan sertifikasi, ICS merupakan tahap awal bagi kelompok tani/produsen dalam memenuhi persyaratan dan kriteria sertifikasi.
Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi BIOCert